Minggu, 14 April 2013

"Keinginan" Allah

Solat secara bahasa berarti doa (al-du'aa'). Sedangkan doa diambil dari da'aa, yad'uu, du'aa', yang berarti memanggil. Ketika seseorang memanggil orang lain, biasanya, karena ingin menyapa, ingin berkenalan, punya keperluan, ingin diperhatikan, ingin mengolok-olok dan lain sebagainya, yang itu semua kalau dipikir-pikir, berarti orang yang memanggil ingin menyapa pada orang yang dipanggil, baik itu bertujuan positif ataupun negatif. Sikap yang baik dan sopan bagi orang yang menyapa, seharusnya dengan serius dan menghadapkan wajahnya pada wajah orang yang disapa. Begitu juga bagi orang yang bersolat dan berdoa, seharusnya dengan sungguh-sungguh dan menghadapkan wajahnya pada wajah Tuhan.
Doa bisa juga bermakna meminta. Kalau menyapa seharusnya dengan sungguh-sungguh dan menghadapkan wajah pada wajah orang yang disapa, maka begitu juga meminta; seorang peminta seharusnya lebih sungguh-sungguh daripada hanya sekedar menyapa, juga harus lebih menghadapkan wajahnya pada orang yang diminta. Itu selain sebagai sopan santun yang selayaknya diperhatikan bagi seorang peminta, juga agar permintaannya diperhatikan dan dikabulkan.
Di dalam agama disyareatkan untuk berdoa di setiap akan memulai pekerjaan. Setiap pekerjaan baik-kata Nabi- kalau tidak diawali dengan nama Allah, maka jadi putus (tidak bernilai ibadah/ kurang bernilai di sisi Allah). Hal itu kalau dihubungkan dengan keterangan di atas, mengisyaratkan bahwa Allah ingin selalu diingat dan disapa oleh makhluknya di setiap saat. Dalam al-Quran disebutkan "bersolatlah untuk mengingatku". Juga dalam ayat al-Quran yang lain disebutkan "Wail (kerugian/ neraka wel) bagi orang yang bersolat tetapi lalai terhadap solatnya".
Keterangan di atas menunjukkan bahwa Allah menginginkan manusia selalu ingat dan menyapa-Nya. Supaya manusia yang sering lalai itu terbiasa dengan mengingat dan menyapa-Nya, disyareatkanlah membaca doa-doa di setiap pekerjaannya dan diwajibkan solat lima kali sehari semalam. Keinginan Allah tersebut sangat nyata, kalau melihat proses perintah solat; pada awalnya solat yang ingin diwajibkan kepada manusia adalah 50 kali dalam sehari semalam, yang berarti itu mengisyaratkan bahwa Allah menginginkn manusia dalam 24 jam ful harus mengingat-Nya. Karena kalau setiap solat seperti solat yang sekarang; yaitu setiap satu solat disunnahkan azan, iqomah, berjamaah, dan berzikir sebentar selesai solat, maka setiap solat rata-rata membutuhkan waktu 28,8 menit, yang berarti kalau 50 solat= 1440 menit/ 24 jam.
Salah satu dari tiga pilar agama adalah IHSAN. Ihsan adalah pekerjaan menyembah Allah dengan penghayatan seakan-akan melihat-Nya atau merasa dilihat oleh-Nya. Di dalam agama juga disyareatkan beribadah dengan KHUSYU'. Khusyu' menurut al-Quran adalah keyakinan dan kemantapan bahwa manusia selalu bertemu atau berhadap-hadapan dengan Allah dan akan kembali pada-Nya. Ihsan dan khusyu' ini bisa dikatakan sebagai cara, bahkan sebagi barometer bagi orang yang bersolat atau berdoa supaya solat dan doanya benar-benar mengingat Allah, benar-benar menyapa Allah, dan benar-benar menghadapkan wajahnya pada wajah Allah.
Agar manusia bisa khusyu' dan ber-ihsan ketika beribadah (solat), disunnahkan setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah. Doa iftitah ini bagaikan mantra (kata-kata sugesti) yang bisa menggiring pikiran agar bisa ber-ihsan dan khusyu', karena dalam doa iftitah tersebut berisi kata-kata lugas yang mengatakan: "aku menghadapkan wajahku dengan pasrah dan lurus-benar pada wajah pencipta langit dan bumi...". Selain itu, di antara sebagian pendidikan Allah agar manusia berkeyakinan dan selalu merasa bertemu dengan-Nya dan bertatapan wajah dengan-Nya, di ayat yang lain Allah menerangkan bahwa "ke manapun kalian menghadapkan wajah kalian di situlah wajah Allah".
Itu semua sebenarnya bukan berarti Allah ingin mengambil manfaat dari ibadah manusia, tetapi hakikatnya demi kepentingan dan keselamatan manusia itu sendiri, yaitu agar manusia bisa mengenal Allah, bisa dekat dengan-Nya, bisa akrab dengan-Nya, bisa diridoi oleh-Nya, dan bisa dicintai oleh-Nya.
Kesimpulannya, Allah menginginkan manusia selalu ingat dan menyapa-Nya. Agar manusia terbiasa mengingat dan menyapa Allah, disyareatkan berdoa dan solat (juga ibadah-ibadah lainya). Agar doa dan solat itu sesuai tujuan, maka harus ber-ihsan dan khusyu'. Agar bisa ber-ihsan dan khusyu', manusia diajari pemahaman dan doa-doa, baik dari al-Quran atau Hadis yang efektif, sugestif, ampuh untuk bisa khusyu' dan ber-ihsan.Ibadahnya manusia (ingat, menyapa Allah dengan ihsan dan khusyu') tersebut bukan untuk kemanfaatan bagi Allah, tetapi manfaatnya kembali kepada manusia itu sendiri, yaitu agar bisa mengenal Allah, dicintai-Nya dan diridoi-Nya.